Jumat, 04 Mei 2012

pria tampan

Ini posting pertama aku. .. . 
Kali ini Saya akan memberikan definisi tampan :

Yang pertama…
Tampan saat seorang pria mampu “membawa dirinya” dalam arti Ia mampu menyesuaikan dirinya dalam kondisi, tempat atau acara apapun, seperti contohnya saat acara hang out bersama-sama teman-teman Ia mampu berpakaian santai namun tetap rapi dan tidak berantakan, saat acara resmi ia mampu seperti bunglon merubah penampilannya seketika menjadi seseorang yang sangat rapi dan beribawa. Seorang Pria harus mampu mengatur dari hal penampilannya sampai dengan segala tutur katanya. Seperti yang tadi Saya bilang, Ia harus mampu menjadi bunglon dalam hal penampilan, namun Ia harus secara konsisten dapat bertutur kata dengan baik, tahu apa yang boleh dan tidak Ia tuturkan, tahu apa yang layak dan tidak Ia lakukan.

Yang kedua,
Pria tampan adalah Ia yang mampu menjaga wibawanya. Wibawa yang akhirnya membuat Ia bisa dihargai dimanapun Ia berada. Secara tidak langsung Ia dapat dipercaya karena sikapnya yang memang terlahir sebagai seorang “pemimpin”, pemimpin dalam hal iman dan hal apapun. Dimanapun Ia berada, semua orang menghormati dan dapat mempercayaianya. Itu baru tampan!!

Yang ketiga,
Turunan dari yang kedua. Wibawa yang akhirnya selalu memperlihatkan kepada siapapun orang bahwa Ia tak pernah takut akan hal apapun dan Ia mampu melakukan apapun. Mungkin ini definis yang terlalu berlebihan, tapi ini lagi-lagi hanya pendapat Saya. Pria yang tampan mampu berolahraga dengan baik, mampu setidaknya memainkan satu alat musik, dan Ia mengetahui segala hal dan pengetahuan. Sehingga, Ia tak pernah terlihat memalukan dan terlihat lemah di depan orang. Sehingga Ia lebih layak dikatakan sebagai seorang Pria yang ditakdirkan sebagai seorang pemimpin.

Yang keempat,
Tampan saat Ia mampu memegang prinsip dan kepercayaannya. Saat tawaran-tawaran dunia yang menggiurkan, Ia tetap mampu mengatakan “tidak”. Ini hal yang sangat penting menurut Saya.

Dan yang terakhir,
Tampan saat Ia tahu bagaimana cara memperlakukan “wanita” secara benar. Benar dalam arti, Ia tahu apa yang harus dan tidak Ia lakukan terhadap wanita. Seperti hal kecil, saat menyebrang jalan (pria wanita yang saling kenal) Pria dituntut untuk jalan bersamaan dengan wanita, membantu menyebranginya dan tidak meninggalkan dengan jalan lebih cepat di depannya. Hal-hal kecil yang kebanyakan Pria lakukan sepanjang Saya mengenal banyak Pria. Hal-hal kecil yang membuat Saya akhirnya tidak respect terhadap seorang Pria. Bagaimana cara Pria memperlakukan wanita adalah cermin bagai seorang Pria dimana Ia tahu “mengapa Ia dilahirkan sebagai seorang Pria”.
Itu tadi definisi tampan menurut Saya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar